Ulasan FreSh Surabaya: Mensinergikan Radio dan Media Online
Posted by Admin
Forum Freedom of Sharing (FreSh) Surabaya edisi Radio on the Net pada Kamis malam (11 November 2010) sangat mengesankan. Beruntung malam itu saya juga berada di sana, di Universitas Widya Kartika, tempat FreSh Surabaya digelar.
Setelah para pembicara datang, Benny Chandra, blogger Surabaya yang malam itu menjadi moderator acara, memperkenalkan kepada peserta yang hadir tentang apa itu FreSh Surabaya dan sedikit bercerita mengapa malam itu FreSh mengangkat tema radio on the Net.
Pertanyaan inti dari forum malam itu adalah apa pengaruh media online terhadap radio? Apakah kedua media tersebut bersinergi?
Presentasi pertama dari Errol Jonathans Direktur Operasional Suara Surabaya. Errol mengatakan, perkembangan teknologi dan budaya online menjadi ancaman sekaligus tantangan bagi radio.
Di Suara Surabaya sendiri, teknologi internet dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung radio konvensional. Di portal SuaraSurabaya.Net Suara Surabaya menambahkan radio on demand.
Dengan adanya radio on demand, para penikmat radio bisa menikmati kembali siaran radio yang telah terlewat. Tentu saja, hal itu juga bisa semakin memudahkan para pengiklan dalam mengecek iklan yang mereka tayangkan.
Selain itu, Errol juga bercerita tentang konsep radio visual. Di dalam ruang siar Suara Surabaya dipasang kamera CCTV. Video siaran tersebut itu bisa dinikmati pendengar melalui streaming di internet.
Nukman Luthfie, Pakar Online dari Virtual Consulting, yang malam itu juga turut hadir dalam forum FreSh Surabaya berpendapat, apabila para praktisi radio tidak bisa mengintegrasikan teknologi online ke dalam sistem radio yang mereka kelola sekarang, besar kemungkinan peminat radio tersebut akan semakin turun.
Sebuah riset menunjukkan, orang Indonesia menghabiskan waktu 1,5 hingga 2 jam untuk mengakses media online. Waktu tersebut hampir sama dengan yang digunakan orang untuk terus memantau radio.

Aktif di website dan ikut masuk ke dalam media jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter adalah satu cara media radio dengan media online bersinergi. Menurut Nono Suparno, Direktur Surabaya Ad, yang malam itu menjadi presentator kedua, cara tersebut bahkan bisa menjadi peluang radio menambah media siar untuk dijual kepada calon pengiklan.
Jika biasanya radio on air dan hanya didengarkan melalui pesawat radio, dengan bersinergi dengan media online, radio bisa diakses dengan streaming melalui media online dan diikuti melalui media jejaring sosial.
Presentator ketoga, Ellen Pratiwi, Station Manager Trijaya Surabaya sepakat bahwa media online harus disinergikan dengan radio. Ia dan timnya memanfaatkan media online untuk memperkenalkan berbagai program radio yang sedang berjalan.
Ia mengajak tokoh online Surabaya yang inspiratif untuk mengisi salah satu program di Trijaya Surabaya agar massa media online juga bisa berinteraksi melalui radio.
Malam itu para pembicara yang hadir pada forum FreSh Surabaya sepakat bahwa semua media punya ciri khas masing-masing. Ciri khas tersebut tetap perlu dipertahankan, namun jangan sampai anti pati terhadap perkembangan teknologi.
Sumber: rumahdot.com
